Laman

Rabu, 19 Maret 2014

Sony Pictures to scrape 216 jobs

Sony Corp.'s Sony Pictures Entertainment is laying off approximately 216 employees in California, it said in a regulatory filing.

The job cuts are portion of a to the front announced effort by the studio, based in Culver City, Calif., to locate $350 million in annual savings. Before the layoffs, Sony Pictures had roughly 6,500 employees world-broad.

The California layoffs represent the bulk of those planned knocked out the cost-pungent exercise, said a person following knowledge of the plans.

The job cuts were disclosed in a message sent to the California Employment Development Department as share of Sony's requirements below the Worker Adjustment and Retraining Notification Act.

The layoffs included the exclusion of Sony's interactive verification isolation, where vis--vis half the cuts hit.

Explaining the craving for the cost savings in November, Sony Pictures Chief Executive Michael Lynton cited the studio's changing investment from movies to television, along gone a brutal summer that included two high profile flops and protester shareholder Daniel Loeb criticizing the studio for overspending.

Copy Source : MarketWatch

Senin, 10 Maret 2014

Kotak Perkasa Futures,Manajemen resiko

KONTAK PERKASA FUTURES - Dalam dunia bisnis, pemilik modal terkuat dengan jaringan usaha yang sudah menyebar di berbagai negara sering dianggap sebagai pihak yang tak tersentuh. Kenyataannya, berbagai jenis usaha besar seperti jaringan toko pengecer, restoran cepat saji, toko pakaian dan sebagainya harus selalu rajin melakukanmanajemen resiko untuk mencegah agar mereka tidak rugi atau bahkan bangkrut. Usaha yang dilakukan bisa berupa strategi jangka panjang, jangka pendek hingga strategi yang dirumuskan secara cepat ketika menghadapi hambatan yang tiba-tiba.
Walaupun telah melakukan pengelolaan resiko, banyak perusahaan besar dunia yang masih bisa mengalami pailit bahkan kebangkrutan akibat berbagai sebab, termasuk hal-hal yang tidak bisa diperkirakan atau dicegah kedatangannya. Oleh karena itu, pengelolaan atau manajemen resiko yang baik merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua pengusaha, terutama terhadap berbagai faktor resiko.

Jumat, 07 Maret 2014

Pentingnya Komunikasi antar Pengusaha dan Staf TI


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dalam sebuah perusahaan yang berbagai prosesnya menggunakan sistem Teknologi Informasi (TI) untuk menjalankan aktifitas, biasanya proses manajemen resiko yang diambil pun dikelola dan dibuat oleh staf TI perusahaan tersebut. Sering kita lihat sebuah perusahaan berjalan dengan sistem yang rumit untuk memudahkan pekerjaan semua orang, namun atasannya sendiri cenderung tidak mau tahu tentang berbagai proses yang terjadi dalam sistem TI dan bahkan sering menganggap enteng dengan menyerahkan semua urusan pada staf TI.
Akibatnya, ketika suatu permasalahan terjadi, pengusaha cenderung hanya bisa menyalahkan orang TI, padahal pengawasan suatu sistem bisnis tidak hanya melulu tanggung jawab staf TI yang mengelola sistem bisnis. Sebuah bisnis dijalankan tak hanya oleh sistem, namun juga oleh manusianya yang merupakan otak dari bisnis, sehingga seharusnya atasan dan para pengelola perusahaan di tingkat manajerial pun harus ikut memahami

Rabu, 26 Februari 2014

ATTENTION


Our presidency of PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) appealed to every allocation of community to be more cautious in open of some form of fraud knocked out the guise of an investment in the works for the order of behalf of PT. Rifan Financindo Berjangka, whether through press and electronic media. For that reasons to be more vigilant, especially in the transfer of funds to ensure that the destination account is a segregated account in the declare of PT. Rifan Financindo Berjangka, rather than roughly speaking behalf of individuals.